Anda baru saja menemukan buku yang sangat sempurna untuk tugas makalah melalui mesin pencari OPAC perpustakaan. Dengan penuh semangat, Anda menyusuri lorong rak, menemukan buku tersebut, dan membawanya ke meja sirkulasi untuk dipinjam pulang. Namun, petugas tersenyum sambil berkata, “Maaf, ini buku koleksi tandon. Hanya boleh dibaca di ruang baca ya.”
Rasa frustrasi akibat penolakan ini adalah pengalaman klasik mahasiswa di hampir seluruh perguruan tinggi. Sebelum Anda menggerutu dan menyalahkan aturan birokrasi perpustakaan, mari kita pahami filosofi dan alasan logis di balik eksistensi Koleksi Tandon (Reserve Collection).
Apa itu Koleksi Tandon (Reserve Collection)?
Secara etimologi, kata “Tandon” merujuk pada konsep wadah penyimpanan air cadangan (seperti toren) yang memastikan aliran air tetap stabil bagi seisi rumah, terlepas dari gangguan pasokan utama.
Dalam konteks keperpustakaan, Koleksi Tandon merujuk pada sekumpulan buku-buku referensi inti, literatur wajib mata kuliah tertentu, kamus, ensiklopedia, atau buku langka yang sangat tinggi frekuensi penggunaannya (high demand) namun ketersediaan eksemplarnya sangat terbatas. Buku jenis ini sengaja “ditahan” di dalam gedung perpustakaan untuk mencegah eksklusivitas pemakaian.
Mengapa Koleksi Tandon Tidak Boleh Dipinjam Pulang?
Coba bayangkan skenario ini: Dosen sosiologi menugaskan 40 mahasiswa dalam satu kelas untuk membaca dan merangkum Bab 3 dari sebuah buku teks tertentu. Sayangnya, perpustakaan hanya memiliki 2 eksemplar buku tersebut.
Jika buku itu dilepas sebagai koleksi sirkulasi biasa (boleh dibawa pulang selama satu minggu), maka hanya 2 mahasiswa tercepat yang akan menguasai buku tersebut. Sisa 38 mahasiswa lainnya tidak akan mendapatkan akses apa pun hingga masa peminjaman usai. Itu jelas melanggar asas keadilan informasi yang dijunjung tinggi oleh perpustakaan.
Dengan menetapkan status Tandon, buku tersebut diikat dalam satu lokasi (biasanya diletakkan di ruang referensi khusus atau di rak kaca area resepsionis). Implikasinya:
- Buku selalu pasti ada di perpustakaan kapan pun mahasiswa mencarinya selama jam operasional.
- Bisa digunakan bergantian antar-mahasiswa dalam satu hari yang sama.
- Risiko kerusakan, halaman robek, atau hilangnya buku-buku krusial/langka (out of print) menjadi jauh lebih minim.
Keuntungan Sistem Tandon bagi Mahasiswa
Keberadaan koleksi tandon sebenarnya berpihak kepada kepentingan mayoritas civitas akademika, bukan untuk menyulitkan. Keuntungan utama dari sistem ini meliputi:
- Jaminan Aksesibilitas: Anda tidak perlu khawatir buku pegangan wajib sedang dipinjam mahasiswa beda angkatan. Anda bisa datang ke perpustakaan dengan keyakinan penuh bahwa buku itu ada di tempatnya.
- Mendorong “Deep Reading”: Karena tidak bisa dibawa ke kamar kos yang penuh godaan kasur, Anda terpaksa membaca buku tersebut secara intens di kursi baca perpustakaan. Hal ini secara tak langsung mendisiplinkan rutinitas belajar Anda.
- Pelestarian Khazanah Ilmu: Buku-buku tua yang bernilai sejarah tinggi (seperti naskah kuno atau cetakan perdana buku tokoh pendiri bangsa) akan terawat dari risiko suhu udara lembap atau tumpahan kopi di luar pengawasan pustakawan.
Cara Memanfaatkan Koleksi Tandon Secara Efektif
Keterbatasan selalu melahirkan kreativitas. Jika Anda dihadapkan pada buku koleksi tandon, lakukan strategi berikut:
- Fokus Mencatat (Scanning/Skimming): Jangan membaca buku tandon seperti membaca novel dari awal ke akhir. Bacalah daftar isi, cari bab/sub-bab yang tepat sesuai variabel skripsi Anda, lalu catat poin-poin krusialnya.
- Gunakan Kamera atau Mesin Fotokopi: Diperbolehkan memotret halaman tertentu yang penting menggunakan kamera smartphone Anda. Anda juga bisa meminta bantuan staf layanan untuk memfotokopi bab tertentu (dengan batas maksimal wajar terkait Hak Cipta, bukan memfotokopi satu buku penuh).
- Luangkan Waktu Khusus: Jadwalkan “kencan” dua jam penuh di perpustakaan khusus untuk membedah buku tandon tersebut hingga tuntas.
Memahami fungsi koleksi tandon berarti Anda memahami prinsip dasar pengelolaan sumber daya yang berkeadilan. Mari bijak dalam menggunakan fasilitas kampus dan nikmati kenyamanan ketersediaan referensi tanpa batas di Perpustakaan IAIN Sorong.