Logo IAIN Sorong IAIN Sorong Library
Background
Tips Literasi

Cara Membuat Daftar Pustaka Format APA Style

Admin Pustaka 2026-06-08 5 menit baca
Cara Membuat Daftar Pustaka Format APA Style

Dalam penyusunan karya tulis ilmiah, bagian Daftar Pustaka (atau Bibliography) sering kali dikerjakan secara terburu-buru di menit-menit terakhir sebelum tenggat waktu pengumpulan. Padahal, daftar pustaka yang disusun dengan rapi dan terstandarisasi adalah salah satu ciri utama dari karya akademik yang kredibel. Di lingkungan IAIN Sorong, serta di mayoritas program studi ilmu sosial dan pendidikan di seluruh dunia, gaya selingkung (format pengutipan) yang paling sering diwajibkan adalah APA Style.

Agar Anda tidak kehilangan nilai hanya karena kesalahan teknis penulisan, mari kita bedah secara komprehensif apa itu APA Style dan bagaimana cara mengaplikasikannya ke dalam karya Anda.

Mengenal Lebih Jauh APA Style

APA merupakan singkatan dari American Psychological Association. Saat ini, standar penulisan yang berlaku secara global adalah APA Style edisi ke-7 (diterbitkan akhir 2019). Standar ini memberikan pedoman yang sangat mendetail mengenai margin, font, tata letak tabel, hingga—yang paling esensial—cara mengutip referensi.

Menggunakan APA Style membantu pembaca (atau dosen penguji) untuk melacak secara persis dari mana Anda mendapatkan informasi tersebut. Keseragaman format ini membuat proses pembacaan dan evaluasi karya ilmiah menjadi lebih efisien.

Aturan Dasar Daftar Pustaka APA Style

Sebelum masuk ke contoh format spesifik, pastikan daftar pustaka Anda memenuhi kaidah dasar berikut:

  • Urutan Alfabetis: Semua referensi diurutkan dari A hingga Z berdasarkan nama belakang (nama keluarga) penulis pertama. Tidak dipisah-pisah berdasarkan jenis sumber (misal: buku dipisah dari jurnal). Semuanya dijadikan satu daftar.
  • Hanging Indent (Indensi Menggantung): Baris pertama setiap referensi diketik dari margin kiri, sementara baris kedua dan seterusnya menjorok ke dalam sebesar 0.5 inci (sekitar 1.27 cm).
  • Spasi Ganda: Gunakan double spacing (spasi 2.0) di seluruh halaman daftar pustaka, tanpa tambahan spasi ekstra antar entri.
  • Inisial Nama Depan: Nama depan dan nama tengah penulis tidak ditulis penuh, melainkan hanya inisialnya saja.

Format Pengutipan Berdasarkan Jenis Sumber

Cara penulisan akan sedikit berbeda tergantung pada jenis sumber yang Anda gunakan. Berikut adalah rumus dan contoh penggunaannya:

1. Format Pengutipan Buku Cetak

Format dasar: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku (cetak miring). Nama Penerbit. (Catatan: pada APA edisi ke-7, kota penerbit tidak lagi dicantumkan).

  • Contoh 1 Penulis: Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  • Contoh 2 Penulis: (Gunakan tanda ’&’ atau ‘dan’ sesuai pedoman bahasa pengantar kampus) Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Publications.

2. Format Pengutipan Jurnal Akademik

Format dasar: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel (huruf tegak). Nama Jurnal (cetak miring), Volume (cetak miring)(Nomor/Isu), rentang halaman. URL / DOI.

3. Format Pengutipan Sumber Internet / Website

Format dasar: Nama Belakang, Inisial atau Nama Organisasi. (Tahun, Bulan Tanggal dipublikasi). Judul artikel web (cetak miring). Nama Website. URL.

Mengotomatisasi Sitasi dengan Software

Menghafal semua aturan letak titik, koma, dan cetak miring ini tentu sangat memusingkan, terlebih jika referensi Anda mencapai puluhan jurnal. Solusi terbaiknya adalah dengan mengotomatisasi proses ini.

Gunakan software reference manager seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote. Anda cukup memasukkan file PDF ke dalam aplikasi tersebut, lalu aplikasi akan secara otomatis mengekstrak data judul, penulis, dan tahun. Saat Anda mengetik di Microsoft Word, Anda tinggal menekan tombol Insert Citation dan memilih opsi “APA 7th Edition”, maka daftar pustaka akan terbuat secara otomatis tanpa kesalahan ketik!

Checklist Pengecekan Daftar Pustaka

Sebelum menyerahkan tugas, lakukan double-check:

  • Apakah setiap sumber di daftar pustaka benar-benar dikutip di dalam teks utama (in-text citation)?
  • Apakah baris kedua setiap entri sudah menjorok ke dalam (hanging indent)?
  • Apakah judul jurnal dan judul buku sudah diketik miring (italic)?
  • Apakah saya sudah menggunakan APA edisi terbaru (Edisi 7)?

Dengan memahami panduan ini, Anda selangkah lebih maju untuk memproduksi karya tulis ilmiah yang rapi, profesional, dan membanggakan almamater. Selamat menulis!

Bagikan: